Layaknya seperti segelas air,maka rasa air itu tetap sama,maka yang berbeda itu banyak sedikitnya dan bentuk dari wadahnya,ada yang berupa gelas yang indah dan ada gelas yang biasa aja.
Maka jika kita merasakan segla nikmat itu maka rasanya sama saja seperti nikmat sehat, nikmat tidur, nikmat bernafas, nikmat makan.
Dan yang berbeda adalah wadahnya ada yang dijadikan oleh Allah sebagai orang kaya, dan ada yang dijadikan orang miskin, ada yang dijadikan sebagai orang sehat dan ada juga orang yang sakit.
Maka jika kita dalam hidup ini senantiasa memandang wadah dari segala nikmat itu maka kita akan terlupa isi dari sesungguhnya kenikmatan itu sendiri dan melupakan pula siapa yang telah memberikan kenikmatan-kenikmatan itu sendiri.
Maka marilah kita belajar senantiasa memandang isi dari kenikmatan itu sendiri tidak peduli bagaimanapun wadahnya baik berupa kesenangan atau kedukaan, agar kita senantiasa ingat dengan senantiasa ingat padaNya dan mampu menjadi orang yang bersyukur padaNya, karena sesungguhnya bersyukur itu adalah suatu kewajiban bagi seorang hamba sebagai rasa terima kasih padaNya Dengan senantiasa merasa cukup dan puas atas apapun yang telah Allah berikan dan tidak mudah mengeluh atas apapun yang telah Allah tentukan.
Dan Allah telah berfirman
'Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan sesungguh Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui' (Qs. An-Nisa: 147)
'Dan sesungguhnya jika kalian bersyukur pasti Kami akan menambah (kenikmatan) kepada kalian' (Qs. Ibrahim: 7)
Maha Benar Allah dengan segala firmanNya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar