Selasa, 18 September 2012

Bidadariku, Izinkan Aku Pergi


Bidadariku, belum lama aku menikahimu. Mahar yang kau minta waktu aku menikahimu sungguh mulia, melebihi kilauan berlian. Ya, aku jadi semakin tahu bahwa kau adalah wanita shalihah sekaligus seorang mujahidah. Jaman sekarang, sudah sangat jarang seorang wanita meminta mahar pada calon suaminya berupa hafalan ayat – ayat jihad dan buku hadits. Ditambah dengan kelembutanmu, menambah hiasan pada dirimu. Sungguh, aku sangat bersyukur pada Allah swt karena telah dikarunai bidadari sepertimu.

Bidadariku, selama kau hidup bersamaku, tak sepatah katapun keluhan yang keluar dari bibirmu. Kau memenuhi semua kebutuhanku sebagai suamimu. Tanpa sepengetahuanku, kau terbangun di sepertiga malam. Saat semua orang terhanyut mimpi di malam hari, tanganmu tengadah diiringi butiran embun menetes dari ujung mata beningmu. Baris demi baris kau melantunkan doa, tak lupa kau selalu mendoakanku.


Biadariku, aku akan berusaha membimbingmu pada jalan Allah swt, dengan mengharan cinta – Nya. Aku ini pelengkap hidupmu, dan kau pun pelengkap hidupku. Ketika terpuruk melandaku, kau mengobarkan semangat padaku untuk bangkit dari keterpurukan itu. Di mataku, kau begitu sabar menghadapiku dalam berbagai keadaan. Sungguh, aku bahagia hidup bersamamu. Begitu juga kau, bidadariku. Kau pasti juga bahagia hidup bersamaku.

Bidadariku, aku punya kabar yang mungkin tak mengenakanmu. Besok aku akan pergi untuk jihad fii sabilillah. Maka, aku ingin menghabisakan waktu bersamamu. Kuingin kau mengizinkanku pergi. Aku tidak tahu takdir Allah swt terhadapku. Apakah aku kembali, atau aku dipanggil Sang Khaliq dengan kemuliaan.

Bidadariku, dengan berat hatiku pergi meninggalkanmu walau kau ridha dengan kepergianku, tapi cintaku pada Allah swt melebihi cintaku padamu. Jangan kau menangisi kepergianku. Aku akan berikan kepadamu semua buku – buku yang kupunya dan Al Qur’an sebagai teman selama aku tidak di sampingmu.

Bidadariku, jagalah dirimu. Jadikan calon jundi kecil kita menjadi seorang mujahid yang menggoreskan tinta emas sepanjang sejarah Islam. Maafkan aku, jika selama ini belum menjadi suami yang baik untukmu. Maafkan aku, jika selama kau bersamaku, hidupmu menjadi susah. Apabila aku kembali, itu menjadi rizkiku untuk hodup bersamamu dan ikut mendidik junji – jundi kita menjadi mujahid yang tangguh. Akan tetapi, jika aku tak kembali, itu adalah takdir Allah yang diberikan padaku sebagai syahid, insya Allah.

Bidadariku, sebelum kau melepasku diambang pintu, aku punya satu permintaan untukmu. Aku ingin memelukmu dan mengecuk keningmu untuk terakhir kalinya. Selamat tinggal bidadariku. Kalaulah Allah memberiku syahid, kutunggu kau di jannah – Nya nanti. Jangan menangis, karena aku tak sanggup melihat air matamu dalam melepas kepergianku.
@muslimah zone

Senin, 17 September 2012

Menyikapi musibah


Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhmahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (TQS al-Hadid [57]: 22-23).
 
Setiap orang memiliki kesenangan, keiinginan, dan cita-cita. Terkadang semua itu dapat didapatkan dengan mudah. Tidak jarang, berbagai keinginan itu sulit, bahkan tidak bisa diraih sekalipun berbagai upaya telah dilakukan. Realitas itu membuat sebagian orang berubah-ubah emosinya. Ketika keinginannya tidak tercapai atau salah satu kenikmatannya hilang, ia dilanda kesedihan luar biasa. Sebaliknya, ketika keinginannya tercapai, kegembiraannya meluap-luap. Bahkan kegembiraannya itu memunculkan kesombongan dan kecongkakan.
Ayat ini memberikan petunjuk mengenai sikap yang benar dalam menghadapi aneka musibah yang datang....

Do'a agar diberi jodoh terbaik

 
Ya Allah..Ya Tuhanku..

Jika pendampingku tlah Engkau ciptakan,,
Gerakan hatinya tuk menujuku ,
Pertemukanlah kami dalam sebaik-baiknya
pertemuan tuk menuju Ridha- Mu..

Karena Engkaulah yang berhak atas hati hamba2-Mu..

Dan Engkau jua yang kuasa membolak balikannya..

Ya Rabb..

bila dia jauh, dekatkanlah..

Eratkan hati kami dalam ikatan karena-Mu ,
tautkan hatiku dengan hatinya yang sama-sama
mengharap dan mendamba sebuah keinginan menuju
ridha-Mu..

Ya Allah..

Yang Maha Pecinta Pemilik cinta sejati ,
Jikalau cintaku kau ciptakan untuk dia
Tabahkan hatinya..
Teguhkan imannya..
Tegarkan penantiannya..

Ya Rabb..

Sang Pemilik Hati
Jikalau hatiku KAU ciptakan untuk dia ,
Penuhi hatinya dengan Kasih-Mu..

Terangi langkahnya dengan Cahaya-Mu ,
Limpahkan kelapangan dikalbunya dengan kesabaran, 
Temani dia dalam kesepian..

Ya Rabb..

Tiada tempat ku bersandar Selain pada-Mu..

Kutitipkan cintaku pada-Mu untuknya..
Kutitipkan sayangku pada-Mu untuknya..

Kutitipkan rinduku pada-Mu untuknya..

Mekarkan cintaku bersama cintanya..
Satukan hidupku dan hidupnya dalam Cinta-Mu..

Ya Rabb...

Ku yakin bila saatnya sudah menghampiri,
Pasti kebahagiaan itu aku dapati..

Mohon beri aku kekuatan dan kesabaran dalam penantianku..

Ya ALLAH..

kirimkan dia yang dapat membawa kebaikan,
Baik bagi duniaku, akhiratku dan agamaku..

Agar kami sama sama berjamaah
tuk tetap Menuju-Mu..

bimbinglah hati kami ,Kuatkan
hati kami..

Penuhilah dengan Rahmat dan kasih sayang-Mu..

 
Aamiin............

Cinta,,Aku Menunggu mu Di Mahligai Indah Itu

Allah Yang Maha Pemurah…
...

Dalam jiwa jika ada rasa yang di sampaikan ke akal tentang bayang
seseorang lalu menjelma menjadi Impian dan terucap dalam lisan
dalam doa-doa panjang serta kaki, tangan dan anggota tubuh lain
bergerak bekerja dalam nama Ikhtiar itu semua demi satu kata ini


Tapi pesona keindahan cinta ini
tertutup kabut ketidaktahuan hingga jalan menuju kata ini begitu berat,
begitu seram untuk kita bayangkan padahal islam datang memberikan
panduan jatuh Cinta sama dengan harus menikah karena jika tidak….

maka Cinta itu hanya membuat
dirimu susah makan susah tidur
susah berpikir sehat padahal hakikatnya Cinta itu harus membuat
kita ceria...

Disinilah Islam hadir mempermudah
jalan merefleksikan cinta itu Kategori memilih pasangan sholeh di buat sangat jelas
Mahar di buat Mudah dan Walimatul Ursy, di buat sederhana tapi barokah...

maka ungkapan mudah-
mudahkanlah Pernikahan menemukan pembenarannya hanya saja kadang kita membuat sulit dan
membekas dimata dan jiwa kita,, Menikah identik dengan kemahalan
identik dengan biaya besar…

Jika memang sudah tak bisa di tahan
  Jika si dia selalu menggoda
Kekhusyuanmu maka menikahlah….

inilah penyelamatanmu jangan diam
mulailah dialog dengan orang tua,, mulailah serius mencari penghasilan yang Halal...

lalu berdo'alah katakan dalam hatimu...
 


“Cinta aku menunggumu, di Mahligai
  Indah itu….

Siapapun dirimu, yang Allah Takdirkan

untukku….

Engkaulah yang Terbaik untukku……”


“Ya Rabbi yang Maha

Mendengar..dengarlah suara bathin
hamba ini……”

Allah Yang Maha Pemurah…


Terima kasih Engkau telah

menciptakan dia dan
mempertemukan aku dengannya...

Terima kasih untuk saat-saat indah

yang dapat kami nikmati bersama...

Terima kasih untuk setiap pertemuan

yang dapat kami lalui bersama.
aku datang bersujud dihadapan-Mu…

Sucikan hati ku Ya Allah, sehingga

dapat melaksanakan kehendak dan
rencana-Mu dalam hidup ku...

Ya Allah, jika aku bukan pemilik tulang

rusuknya, janganlah biarkan aku
merindukan kehadirannya…

janganlah biarkan aku, melabuhkan

hati aku dihatinya...

kikislah pesonanya dari pelupuk mata

ku dan jauhkan dia dari relung hati
ku…

Gantilah damba kerinduan dan cinta

yang bersemayam di dada ini dengan
kasih dari dan pada-MU yang tulus,
murni…

dan tolonglah aku agar dapat

mengasihinya sebagai sahabat...

Tetapi jika Engkau ciptakan dia untuk

aku…

Ya Allah tolong satukan hati kami…


bantulah aku untuk mencintai,

mengerti dan menerima dia
seutuhnya…
berikan akukesabaran, ketekunan dan
kesungguhan untuk memenangkan
hatinya…

Ridhai dia, agar dia juga mencintai,

mengerti dan mau menerima aku
dengan segala kelebihan dan
kekurangan ku
sebagaimana telah Engkau ciptakan…

Yakinkanlah dia bahwa aku sungguh-

sungguh mencintai dan rela membagi
suka dan duka aku dengan dia…

Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah

do'a aku ini…

lepaskanlah aku dari keraguan ini

menurut kasih dan kehendak-Mu…

Allah yang Maha kekal, aku mengerti

bahwa Engkau senantiasa
memberikan yang terbaik untuk
saya…

luka dan keraguan yang aku alami,

pasti ada hikmahnya.
Pergumulan ini mengajarkan aku
untuk hidup makin dekat kepada-Mu...

untuk lebih peka terhadap suaraMU...


yang membimbing aku menuju

terang-Mu…

Ajarkan aku untuk tetap setia dan

sabar menanti tibanya waktu yang
telah Engkau tentukan….

Jadikanlah kehendak-Mu dan bukan

kehendak ku yang menjadi dalam
setiap bagian hidup aku…

Ya Allah, semoga Engkau

mendengarkan dan mengabulkan
permohonanku..

Saat Cerita Cinta Telah Usai

Saat cerita cinta telah usai..

Saat seseorang yang kita damba telah berlabuh pada hati yang lain...

Menghantarkan dengan senyuman tentu lebih indah daripada menyimpan bara api di dada, namun andai tak mampu tak usah menghamburkan air mata untuk seseorang yang tak mengerti arti kesetiaan, walau kita sangat ingin untuk itu...

Bersikap lapang dada tentu lebih mulia daripada menyimpan kebencian...

Dan...Introspeksi diri tentu lebih baik daripada menyalahkan keadaaan...

Barangkali dia pergi karena tak menemukan rasa nyaman ketika bersama kita atau mungkin memang kita tidak berjodoh dengan dirinya...

Yakinkan disudut hati bahwa akan ada pemilik hati lain yang lebih menawarkan keindahan...

Saat di sekeliling mentertawakan kita, tegarlah karena itu hanya sementara.Kebahagian kita sedang dirancang oleh-Nya..

Kehilangan bukan berarti akhir dari segalanya. Kehilangan adalah bentuk ujian bagaimana arti memiliki agar kita mampu menghargai...

Kehilangan adalah bentuk ujian atas kesungguhan kita untuk mendapatkan yang terbaik. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi esok ,lusa,dan seterusnya.

Biarlah Allah yang mengatur kehidupan kita sesuai dengan skenario terindah yang telah dirancang-Nya...

Hidup adalah Rangkaian Ujian



Di kala kita renungkan benar adanya bahwa hidup ini adalah rangkaian ujian...
 
 Terkadang ujian itu dalam bentuk kesenangan namun di lain waktu dalam bentuk kesusahan...

Siapapun orangnya, setinggi apapun kedudukannya, sekaya apapun hartanya, serupawan apapun fisiknya, di manapun dan kapanpun tiada luput dari ujian...

Hidup ini memang penuh teka-teki...

Kalau masa depan telah kita ketahui tentu kita tahu ke mana harus pergi dan tak usah mencari- cari jati diri toh sudah pasti....

Namun kenyataan tidaklah demikian, masa depan masih misteri yang amat butuh perjuangan untuk menguasai diri dan menempa diri agar hidup lebih berarti....

Nampaknya kita harus menyadari bahwa hidup ini juga rangkaian sebuah masalah...

Siapapun orangnya tak peduli tua atau muda semua akan diuji oleh Allah berupa masalah baik besar maupun kecil sesuai kadar kemampuan kita...

Ada karakter yang khas dari masalah yakni semakin tinggi kedudukan semakin tinggi pula masalah yang akan dihadapi...

Seperti halnya dengan sekolah semakin tinggi tingkatannya semakin sulit ujiannya....semakin besar cita-cita semakin besar pula cobaannya...

Berbagai masalah telah Allah tetapkan menyatu dalam kehidupan kita namun Allah tak kan membebani masalah yang tak sanggup kita memikulnya ...

Minggu, 16 September 2012

Menyikapi Cobaan

Begitu banyak manusia yang mudah resah dan berduka ketika menghadapi masalah atau cobaan, maka sebenarnya bukan semata karena besar kecilnya masalah dan cobaan inilah yang menjadikan hati manusia menjadi resah atau berduka, tapi pada hakikatnya karena kurang siapnya hati dalam menerima segala ujian dan cobaan.

Dan tiadalah Allah memberi cobaan kecuali sesuai dengan kemampuan hambaNya

Dan jika ada yang berkata 'Kenapa ujian ini harus saya yang menghadapinya?'

Maka jawabannya karena 'Allah yakin dan percaya bahwa kau sanggup dan kuat menghadapinya'.

Dan berkhusnudzan lah padaNya terus mendekat padaNya karena sumber ketenangan dan penyelesaian ada padaNya, maka yang pahit itu jika dirasa oleh nafsu, tapi jika diterima oleh hati yang jernih maka boleh jadi apa yang terasa pahit dan kerasnya ujianNya itu pertanda bahwa betapa lembutnya Allah menyayangimu sehingga ingin mendidikmu, meluruskan jalanmu dan menjadikanmu yang terbaik disisiNya sehingga layak untuk mendapatkan surgaNya...